PROBLEMATIKA PENENTUAN BAIK DAN BURUK

Authors

  • Fawza Rahmat STAI YAPTIP Pasaman Barat

Keywords:

Baik, Buruk

Abstract

Secara umum „baik? memiliki arti nilai yang merujuk kepada kebahagiaan,
kepuasan, kenikmatan, berharga dan bermanfaat bagi hidup manusia. Sedangkan
„buruk? bermakna perbuatan, tindakan, sikap, dan perilaku yang dibenci oleh
semua orang; ditolak oleh akal sehat dan nurani; serta dinyatakan cacat oleh
pikiran jernih dan bening.
Terdapat beberapa paham dalam menentukan baik dan buruk. Sosialisme
standarisasinya adat istiadat, hedonisme berdasarkan kelezatan, kenikmatan dan
nafsu biologis, intuisisme merujuk pada insting batin, utilitarianisme berpedoman
pada berguna atau tidaknya suatu perbuatan, sedang religiousisme tolak ukurnya
kehendak Tuhan dan evoulusisme berpijak pada perkembangan dari biasa saja
menuju kesempurnaan.
Mengenai akal dan wahyu dapatlah ditarik sebuah benang merah bahwa akal
adalah pengetahuan atau ilmu yang diperoleh setelah mealalui proses berpikir.
Sedangakan wahyu adalah sesuatu yang diturunkan Tuhan kepada manusia lewat
perantara Nabi sebagai sumber dari syariat. Kaum Mu?tazilah lebih
mengedepankan akal daripada wahyu. Sedangkan Asy?ariyah sebaliknya.

Published

2020-08-28