MENCARI KETENRAMAN JIWA DALAM AJARAN TASAWUF

Authors

  • Novialdi Yosi dan Suci Nurohma Wati Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman Barat

Keywords:

Mencari, Ketenraman Jiwa, Ajaran Tasawuf

Abstract

Setiap manusia mendabakan  ketentraman jiwa dalam kehidupan  dalam ajaran tasawuf dikenal dengan Mahabbah dan senantiasa didampingi oleh ma'rifah. Mababbah dan mari'fah merupakan kembar dua yang selalu disebut bersama. Keduanya menggambarkan hubungan rapat antara sufi dan Tuhan. Sebagaimana halnya dengan mababbah, mari'fah juga terkadang dipandang sebagai maqam. Hubungannya dengan maqamat, tentang urutan antara mahabbah dan ma'rifah terjadi perbedaan. Ada yang mendahulukan mahabbah, ada pula yang mengatakan ma'rifah datang lebih dulu. Sufi yang mendahulukan mahabbah menganggap bahwa mari'fah adalah maqam yang tertinggi, yang bisa dicapai oleh orang yang telah cinta yang ikhlas kepada Allah. Allah tidak akan membukakan hijab-Nya jika seorang sufi belum benar-benar ikhlas cinta kepada-Nya.

Khauf dan Raja’ adalah sarana pengendali lain bagi seorang muslim untuk lebih memahami Allah. Khauf adalah takut secara positif yang sangat bermanfaat dalam ketaatan yang hakiki serta menjauhkan Allah dalam perspektif ada dan tiada dengan jalan mengagumi ciptaan-Nya.

Author Biography

Novialdi Yosi dan Suci Nurohma Wati, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman Barat

Author

Published

2020-06-06

Issue

Section

Articles