Pemerintahan Lokal di Sumatera Barat

Analisis pada Nagari Sungai Aua Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat

Authors

  • Yenni STAI YAPTIP Psaman Barat

Keywords:

Desentralisasi, Pemerintahan lokal, Pemerintahan Nagari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pemerintahan Lokal dalam hal ini pemerintahan Nagari Sungai Aua Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Sungai Aua dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari informan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat secara umum sistem pemerintahan Nagari Sungai Aua dalam pelaksanaannya sudah menjalankan pemerintahan dengan baik. Karakeristik Nagari Sungai Aua dilihat dari : Sistem pemerintahan setelah adanya UU no 6 tahun 2014 sumber pendapatan untuk Nagari bertambah yaitu adanya dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat atau dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebelumnya hanya ada dana dari kabupaten yaitu Anggaran Dana Nagari (ADN), dan sistem belanja Nagari. Sistem Pemilu di Nagari Sungai Aua adalah Sistem Pemilu Langsung. Perangkat Pemerintahan Nagari Sungai Aua terdiri dari Wali Nagari, Sekretaris Nagari, Kaur Pemerintahan, Kaur Pembangunan, Kaur Umum, Kaur Kesra, Staf Kaur Pemerintahan, Staf Kaur Umum, Staf Kaur Kesra, Staf Bendahara dan Kepala Jorong. Partisipasi masyarakat Nagari Sungai Aua ditemukan dalam pembangunan yang dilaksanakan di Nagari tersebut. Inisiatif masyarakat terlihat adanya program UP2K (Usaha Penambahan Penghasilan Keluarga) Nagari Sungai Aua. Proses perencanaan pembangunan di Nagari Sungai Aua dengan tahapan penggalian gagasan di tingkat Jorong, kemudian penggalian gagasan di tingkat Nagari dan penggalian gagasan di tingkat Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yaitu tingkat Kecamatan. Hasil dari Musrenbang ditetapkan untuk pembangunan dengan Surat Keputusan Wali Nagari yang disebut RKP (Rencana Kerja Pembangunan). Keaktifan di Partai Politik dibuktikan dengan adanya beberapa masyarakat Nagari Sungai Aua yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat dan juga menjadi pengurus partai politik. Konflik yang sering terjadi di Sungai Aua adalah konflik tentang Sengketa Tanah dan Konflik Plasma.

Published

2021-06-21